Feeds:
Pos
Komentar

1. AWAL MULA

Kuliah probabilitas statistika semester ini melahirkan pengalaman baru buat saya : survey langsung ke masyarakat. 100 orang. Tentang kemiskinan di kabupaten Bandung. Dengan anggota kelompok 5 4 orang. Kesan pertama : “ah gampang”.

Dana dan kuesioner survey udah turun dari dosen sekitar awal mei. Kelompok lagsung berkumpul. Tentukan timeline. Done.

Survey dimulai dengan (apa ya sebutannya, peninjauan kali ya) melihat lokasi yang bakal di survey. Kebetulan ada tempat di daerah margaasih sekitar tempat salah satu anggota kelompok tinggal. Yah bolehlah kita lihat dulu.

Pertama kali jalan langsung melihat rumah2 kumuh dan penduduk yang (maaf) cukup kucel. Oke, langsung ke rumah ketua RW aja deh. Di luar dugaan, si bapak benar2 welcome ama kedatangan kami. Keliatan antusiasmenya. Alhamdulillah. Lokasi survey udah didapatkan. RW 02 Kampung Jati Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung.

Tapi sayang, musim uas keburu menjelang. Survey dilupakan dikesampingkan sebentar.

Lanjut, kami membeli sembako di pasar nanjung modal bwt dapat informasi dari penduduk yang kita survey. Ditimbang,dibagi,lalu dibungkus.

Setelah akhirnya surat izin dari ITB selesai dibuat, mulailah survey kami.

Iklan

Yeah..Akhirnya setelah menunggu 5 hari speedy di rumah aktif lagi..!!

Sempat sebal karena action dari kantor telkom yang agak lambat (mungkin karena kegecet libur kali ya..)

Kecepatan awal sih lumayan memuaskan..Dibanding wireless 3,5G saya yang makin lama makin lambat dan unstable..hahah..

Yang terpenting..Bisa internetan dan nge-blog lagi…! hahaha..

Welcome back speedy..!!

Datang lagi…

hahaha..
Lama sudah tak menyantuh blog ini..

Banyak hal yang terjadi setelah posting terakhir itu..
Senang sedih bahagia haru senyum tangis dan emosi lain yang berlalu bersama sang waktu yang terus berlari..

huff..

Sebuah peluit babak baru kehidupan sudah ditiup..

Saatnya menjadi Adhi yang lebih baik…

Masih disini

Humph..

Gak boleh mengeluh memang..

Tapi lagi-lagi terkungkung dalam ruangan sempit di dalam kantor ini..

Tak tahu apa yang harus dikerjakan selain mengetik kata-kata yang berlari dalam memori otakku..

Tugas yang harus kukerjakan sudah rampung semua..

Tinggal menunggu pengadilan yang diadakan rabu esok..

huff..

Kok bahasanya gimana ya..

haha..

Sudahlah santai saja..

Cuma lagi iseng sambil memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya..

Minimal malam ini ketika aku bertemu kembali dengan putri hati-ku..

hehehe… 🙂

..Inikah jawabnya..?

Orang yang paling sering menyakiti kita adalah orang yang paling kita cintai.Dan kita selalu menyakiti orang yang menyakiti kita

Begitu kalimat yang tertulis dalam blog salah satu dosen ku di Teknik Elektro. Pak Armein.

Hmm..Aku jadi terpikirkan sesuatu.Itukah jawaban pertanyaan yang saat ini selalu timbul dalam hatiku.

Selama ini aku bingung. Mungkin karena tekanan pekerjaan yang berat juga sih, tapi entah kenapa aku memang jadi begitu sensitif.Begitu mudah dilukai.Bercandaan yang paling ‘biasa’ saja sudah bisa membuat moodku jadi drop.Tapi entah kenapa aku tetap sayang ama ‘orang’ itu.Ya, orang itu.My special one.Orang lain sih entah kenapa juga gak seberapa berpengaruh.

Hati orang itu sangat rapuh, sangat sensitif. Oleh sebab itu ia dibungkus pelindung berlapis-lapis. Pada saat kita menyayangi orang, kita membuka lapisan itu. Satu persatu. Semakin dekat kita pada dia, semakin telanjang hati kita itu.

Nah, saat kita berbicara, bersikap atau bertindak salah, dia tidak siap. Pertahanannya sedang tidak siap. Lapisannya tidak terpasang. Akibatnya dia merasakan kesakitan dan kepedihannya.

Beda sekali, misalnya, bila kesalahan itu dibuat orang lain. Kepedihan tidak sebesar itu karena hatinya dilindungi lapisan pertahanan itu.”

Lanjutan dari tulisan di blog si Bapak.

What happen?Aku masih bingung.Sampai aku membaca tulisan Bapak itu.hmm..Jangan-jangan memang dirinya adalah orang yang paling ku cintai? Sampai aku merasa mudah disakiti begini?.. 😉

“Kebahagiaan sejati datang pada saat kita mempercayakan hati kita pada dia. Demikian juga sebaliknya kita dipercaya menjaga hatinya.

Justru saat kita memberikan dan mempercayakan hati yang sensitif itu kepada satu sama lain, kita bisa merasakan rahasia keindahan hidup itu.”

-disadur dari blog Bpk Armein http://azrl.wordpress.com-

Hari ini saya masih melaksanakan kerja praktek di PT Badak Bontang. Tapi tugas yang diberikan pembimbing udah beres, laporan tinggal dirapiin, dan pembimbing belum pulang cuti,jadi kerjaan tinggal ngenet ama ngobrol plus bengong.Gak dapet apa-apa?Siapa bilang..

Justru hari ini aku mendapat sebuah pelajaran berharga.Nasihat berharga.Dan pelajaran ini belum pernah kudapatkan di bangku kuliah.Dan yang lebih aneh nasihat ini kudapat bukan dari seorang yang lebih tua dariku.hah?..

Ya, aku kerja praktek bersama dua anak SMK dalam satu ruangan.Pekerjaan kita beda sih.Tapi saat jenuh kami sering bercanda gurau atau sekedar ngobrol santai. Dan ada seorang anak SMK yang bener-bener baru kutemuin jenis yang kayak gini..haha… Beda. Dia bisa berpikir lebih dewasa dibanding diriku. Dia sering bercerita tentang kegiatan sehari-hari di tempat asalnya, yang sama sekali berbeda dengan kehidupanku (ya iyalah..hehe). Tapi semua itu tidak akan dibahas disini.

Yang membuat aku benar-benar terkejut adalah pemikiran-pemikirannya yang matang. Dia bisa membuat hatiku benar-benar ‘tertohok’. Bisa menyadarkan ku betapa selama ini aku kurang mensyukuri hidupku sendiri. Bisa menyadarkan betapa selama ini aku menjadi seorang yang begitu manja dan egois. Betapa aku sering menyia-nyiakan orang-orang yang kusayangi.

Meskipun demikian kusadari dia sama sekali tidak bermaksud menggurui ku. Hanya seperti tanggapan spontan seorang adik kepada kakaknya.

Disini aku belajar tentang banyak hal. Tentang meredam kegoisanku dalam menerima nasihat dari orang yang lebih muda (jujur, pertama kali dinasihati aku tersinggung, kok berani2nya yang muda nasihati yang lebih tua), tentang bagaimana baiknya seorang yang lebih ‘tua’ memberi contoh kepada yang lebih muda,tentang bagaimana seorang pria (menjelang) dewasa bersikap, dan bahwa lebih tua nya seseorang tidak membuktikan dia selalu lebih baik dari yang lebih muda..

Terima kasih Tuhan..Pelajaran kerja hari ini begitu berharga..

Hai semua..

Hai semua…

Baik yang sedang iseng buka2 blog ini atau yang emang pengunjung setia wordpress..

Perkenalkan saya Adhi Nugraha ,anggota baru penulis blog di wordpress ini..

Maaf kalo tulisan yang saya hasilkan masih dangkal (baca:cupu)..

Namanya juga masih belajar…

hahaha..

Ditunggu saran dan kritiknya.. 🙂