Feeds:
Pos
Komentar

Sombong

Akhir-akhir ini aku sering sekali merasa lebih baik dari orang lain. Apalagi setelah mendapat sebuah gelar “sarjana”. Mungkin bukan masalah besar kalau itu dijadikan motivasi untuk maju. Yang jadi masalah kadang-kadang perasaan ini justru membuatku melihat kemampuan orang lain sebelah mata. Meremehkan. Menganggap aku pasti bisa menghasilkan sesuatu lebih baik dengan caraku dibanding orang lain. Padahal baru di pikiran saja. Salahkah? Jelas salah. Apalagi jika -naudzubillah- perasaan ini justru aku rasakan ke orang-orang terdekat,yang padahal kalau dirunut, justru karena kerja keras, dedikasi, dan doa mereka lah aku bisa mendapatkan semua yang telah kunikmati dalam kehidupan ini. Tanpa lepas dari campur tangan Tuhan tentunya.

Sombong merupakan salah satu jalan setan untuk menghasut manusia. Bahkan Allah SWT mengancam “tidak akan masuk surga manusia yang memiliki satu atom saja kesombongan dalam dirinya”. lantas bagaimana dengan diriku? kalau ditimbang dengan “timbangan Tuhan” barangkali nilainya bisa lebih dari berat gunung tertinggi di dunia. Astaghfirullah.

Berubah memang bukan hal yang mudah. Apalagi bibit sombong sebenarnya bukan bibit yang udah ditumbuhkan kalau bukan karena kebiasaan sehari-hari yang mendukung. Individualisme, kerasnya hidup, jauhnya dari agama adalah salah berapa dari banyak faktor penumbuh subur kesombongan dan kekerasan hati. Cara mematikan nya hanya dengan melembutkan hati. Pendekatan terhadap Tuhan. Menyadari betapa semua yang telah kita hadapi dan dapatkan sangat kecil nilainya dimata Tuhan. Dan tidak satupun yang kita dapatkan itu datang tanpa seizin-Nya.

Tulisan ini bukan untuk “menyombongkan” diri yang sudah menderita penyakit sombong. Tulisan ini justru untuk mengingatkan diri sendiri. Syukur-syukur ada orang lain yang ikut terinspirasi karenanya. Karena bukankah hidup untuk saling mengajak dalam kebaikan?

Iklan

18 Maret 2010…..

Nggak ada yang penting banget buat diceritain. Sekarang ini cuma pengen berbagi sekaligus membuat tulisan yang mungkin bisa dikenang suatu hari nanti (bah,sentimentil.haha).

Keinget aja malam tadi. Bantuin TAnya Mutiara Nasution, dibantu Setianto Ramaputra dan Agam Bhaskoro, bikin kotak pup anjing (gw namain portable sh*t box) di toko merchandise Black Knight (barang2nya Bikers Brotherhood..ugh) dari jam 1 siang mpe jam 6 pagi. Padahal sorenya ujian Manrekin (yang akhirnya mengarang bebas)

Yaah..sejauh yang gw tau hari ini dari fesbuknya, Muti masih blum berhasil lulus…Gw khawatir ada yang gak beres ma barangnya…Udah gw tanya tapi kq gk djawab yah..hehe..

Tau ah…

Buat apa nge-blog?

Akhir-akhir ini, blog ku tak pernah lagi tersentuh. Kesibukan di kampus, urusan keluarga, sampai pekerjaan gak penting yang jadi rutinitas membuat “pelajaran nge-blog” ku kacau nih. Sebenarnya, dulu blog ini kubuat dengan pikiran untuk belajar menulis, menuangkan pemikiran yang tak tersalurkan melalui media tulisan. Yh, memang tak ada salahnya. Yang jadi masalah, kemana yah semangat belajar menggebu-gebu yang ada saat blog ini dibuat? hilang tersapu kesibukan? atau tertutup debu kemalasan yang masih saja mengerak dalam hati? heu yang pasti sih, sekarang pemikiran belajar menulis itu penting masih ada, hanya aku jadi bingung. Buat apa bikin blog kalo cuma buat gaya-gayaan, tanpa mampu membuat suatu tulisan yang penting, setidaknya bagi sang penulis?…..

hmmmm…..

boleh mengeluh tidak…?

hmmm….

cuma pengen mengeluh…karena gak ada yang bener-bener bisa bikin aku tenang…

Aq mulai capek nghadapin semua ini…Beban kuliah yg masih besar…Tuntutan ortu yang gk dibarengi dukungan yg sepadan….keinginan yang tak kunjung didapatkan…hubungan LDR yang terus mengkhawatirkan…

huffh…seharusnya memang tak boleh mengeluh…aku pria…seharusnya gak boleh mengeluh…(kata seseorang yg akhirnya bkn aku ilfil..haha!)…yah,tp aku tetap manusia……….

hmmm..

saya percaya setiap orang diciptakan ke dunia memiliki arti masing-masing. Mungkin ada yang sangat bernilai bagi orang banyak. Tapi kayaknya gak jarang juga yang sama sekali gak diharapkan (baca: gak guna)

nah…kira-kira saya masuk mana ya…

pengen bilang berguna, kadang minder aja kalo ngliat bahkan temen deket aja bisa eksis banget. dibilang gak guna, kayaknya gak gitu-gitu amat. hehehe…

yaah, mungkin bisa dibilang lagi krisis kepribadian nih…

apa sih artinya saya diciptakan di dunia ini………..

huuuh…masa lalu…
kenapa sih dengan masa lalu…?

masa lalu kalau diibaratkan seperti kaca spion di kendaraan kita. Kalau kita mau berbelok ke kiri atau ke kanan, spion berfungsi memberikan gambaran apakah sudah aman untuk berbelok tau belum. Yang perlu diperhatikan, kita tidak mungkin kan melihat ke spion kita terus-terusan. Spion hanya kita lihat kalau mau berbelok atau mundur saja.titik. Kalau kita melihat spion terus yang terjadi adalah kita gak melihat ke depan. akhirnya mungkin kita gak maju-maju atau malah nabrak sana-sini.

Lalu apa peran masa lalu dalam kehidupan kita? Masa lalu berfungsi memberikan kita gambaran ketika kita hendak melakukan suatu keputusan. Apa kah tepat atau tidak. Tentu digabungkan dengan pengalaman yang ada. Ketika kita tidak melihat masa lalu, mungkin kita akan terus melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. Tapi sebaliknya jika melihat masa lalu terus, kita tidak akan pernah bisa maju.

Jadi, jadikan lah masa lalu hanya sebagai pembanding, bukan sebagai patokan utama. Karena ketakutan akan masa lalu hanya akan membuat kita gak maju-maju…..

Survey yang kami lakukan memiliki urutan begini:

1. Lapor ke ketua RW setiap bakal survey ( Pak Aca, ketua RW 02 benar2 udah menyiapkan data. terima kasih Pak)

2. Ketua RW bakal memanggil ketua RT (setiap hari ganti) yang akan mengantar kita ke rumah penduduk yang ditetapkan tadi.

3. Penduduk (Responden) dicatat datanya dengan metode wawancara, setelah itu diberi sembako sebagai tanda terima kasih.

Oke, survey dimulai. Butuh sekitar 5 hari untuk mendapatkan data. Kendala yang dihadapi berkisar anggota yang terlambat,tidak bisa melakukan survey(bahkan dua anggotanya sedang mengalami patah tangan haha), bahkan cuaca hujan.

Banyak hal menarik yang kami alami. Ada yang benar2 terharu dengan bantuan seadanya yang kami berikan. Padahal mungkin menurut kami bantuan itu benar2 seadanya. Ada yang bahkan sampai menangis terharu. Tapi meskipun demikian, di beberapa rumah kami justru masih disuguhi makanan atau minuman padahal terlihat sekali kondisi keluarga mereka memprihatinkan. Sungguh budaya memuliakan tamu masih terasa. Subhanallah. Tapi yang paling menarika adalah ada yang menganggap kami tim survey acara “bedah rumah” RCTI. Waduh.

-bersambung-