Survey yang kami lakukan memiliki urutan begini:
1. Lapor ke ketua RW setiap bakal survey ( Pak Aca, ketua RW 02 benar2 udah menyiapkan data. terima kasih Pak)
2. Ketua RW bakal memanggil ketua RT (setiap hari ganti) yang akan mengantar kita ke rumah penduduk yang ditetapkan tadi.
3. Penduduk (Responden) dicatat datanya dengan metode wawancara, setelah itu diberi sembako sebagai tanda terima kasih.
Oke, survey dimulai. Butuh sekitar 5 hari untuk mendapatkan data. Kendala yang dihadapi berkisar anggota yang terlambat,tidak bisa melakukan survey(bahkan dua anggotanya sedang mengalami patah tangan haha), bahkan cuaca hujan.
Banyak hal menarik yang kami alami. Ada yang benar2 terharu dengan bantuan seadanya yang kami berikan. Padahal mungkin menurut kami bantuan itu benar2 seadanya. Ada yang bahkan sampai menangis terharu. Tapi meskipun demikian, di beberapa rumah kami justru masih disuguhi makanan atau minuman padahal terlihat sekali kondisi keluarga mereka memprihatinkan. Sungguh budaya memuliakan tamu masih terasa. Subhanallah. Tapi yang paling menarika adalah ada yang menganggap kami tim survey acara “bedah rumah” RCTI. Waduh.
-bersambung-